Kenangan Sungkai dibulan Ramadhan

Aku ada terbaca komen seseorang dalam blog LOVE FOOD HATE WASTE. Mungkin blog ani terikut-ikut dengan blog http://www.lovefoodhatewaste.com luar negeri. Malangnya blog ani hanya beberapa hari saja menayangkan muka muslim. Selepas kena komen oleh non muslim pasal muka non muslim indada, terus tia wajah dalam gambar blog berubah. Lebih banyak muka non muslim terpampang seolah-olah Sungkai atu untuk durang. Crew LFHW yang bukan muslim kadang-kadang cuba mmpromosikan restoran yang tukang masaknya bukan Islam contohnya RBA Golf Club. Yang inda kisah dengan makan minumnya mungkin rasa indada apa-apa. Sebab atu aku lebih trust review dari Mr Kurapak dibandingkan yang lain. Yang paling penting, aga jua blog lain yang review pasal sungkai buffet.

Tapi atu bukan yang kan diceritakan disini. Perkara yang kan diceritakan iaitu pasal komen orang dalam artikel restoran VILLA MAURI yang dibuat oleh Feeling Disrespect “Food is great but very disappointed to see the place flooded with non muslims on sungkai time!”. Inda batah kena delete tia tu karang.

Jika direnung kata-katanya atu ada jua kebenarannya. Sepatutnya non-muslim ani menghormati orang-orang Islam yang kan bersungkai. Kalau boleh, jangan tak ikut asak-asak pada jam 6.15 – 8.00 malam atu. Sungkai ani khusus untuk orang muslim saja. Iya tah masanya orang muslim kan enjoy. Non muslim boleh enjoy lebih lama start dari pagi lagi kenapa inda datang awal. Lagi pun BUFFET ani bukan dibulan ramadhan saja ada. Patutlah setiap kali kan reserve tempat mesti fully booked. Kalau penuh kena booking oleh muslim, memang sesuailah. Tapi ada tia menyalat 5,6 meja disikan oleh non-muslim. Nah!? 5 keluarga muslim yang kan sungkai pun inda ampit. Dan ikutkan pengalaman, durang mengaut makanan awal lepas atu terus tia makan depan orang muslim walaupun waktu sungkai ada berbelas minit lagi. Kalau orang Islam membuat cematu sudah tia kena kutuk kena ucap-ucapkan oleh orang kitani sendiri. Tapi bila non-muslim membuat cematu, tediam orang kitani inda berani komen. Takut kena tuduh racist atau inda silaturrahim oleh orang-orang tertentu. Macamana dengan durang yang inda menghormati orang Islam ? Ada jua yang kulihat menunggu waktu beduk sungkai baru tah makan bersama-sama orang Islam lain. Tapi meja durang atu sepatutnya diisi oleh orang Islam yang hampa kan bersungkai disana tapi sudah fully booked. Perkara ani sudah berlarutan dan semakin bertambah dan satu bangsa saja yang membuat macam ani. Sampai bila ?

P/S: Kalau sudah jam 6.15 petang tapi meja masih banyak kosong, mana saja tah kalau durang kan ikut join sungkai. Ani ikut-ikutan tia jua membooking awal.

This entry was posted in Kongsi pengalaman and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.